SELAMAT DATANG

Tampilkan postingan dengan label KISI KISI UJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISI KISI UJIAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Permasalahan pendidikan di Indonesia & solusinya?


Jawaban:

a.       Masalah pemerataan dalam mendistribusikan dan penempatan sarana dan prasarana pendidikan

Upaya pemecahan masalah:

membangun gedung sarana dan prasarana yang  lengkap di daerah2 terpencil dan disiapkan guru2 pengajar.



b.      Masalah mutu pendidikan; hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan, dapat diketahui melalui hasil tes yang diadakan.

Upaya pemecahan masalah:

-          Seleksi untuk tenaga pendidik

-          Pengembangan kemampuan tenaga pendidik

-          Penyempurnaan sarana belajar (contoh: laboratorium, media pembelajaran)

-          Peningkatan managemen

c.       Masalah efisiensi pendidikan; bagaimana suatu sistem pendidikan mendaya gunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan lingkungan pendidikan yang maksimal (contoh: bagaimana prasarana pendidikan difungsikan, bagaimana pendidikan ldiselenggarakan)

Upaya pemecahan masalah:

-          Menempatkan tenaga pengajar dengan keahliannya

-          Memberikan pengembangan/pelatihan yang cepat kepada tenaga pendidik

-          Memperbanyak jatah pengangkatan setiap tahunnya untuk bidang study tertentu

-          Menempatkan sarana dan prasarana pendidikan (contoh: gedung sekolah)

d.      Masalah relevansi; pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat mengahasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan

Upaya pemecahan masalah:

-          Lulusan harus siap pakai bukan siap kembang

-          Harus tersedianya peta kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang dapat digunkan sebagai pedoman oleh lembaga2 pendidikan.

Hierarki tujuan pendidikan di Indonesia




Jawaban:

  1. Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah manusia yang berjiwa pancasila



  1. Tujuan Institusional ialah tujuan pendidikan yang akan dicapai menurut jenis dan tingkatan sekolah atau lembaga pendidikan masing-masing, biasanya tercantum dalam kurikulum sekolah atau lembaga pendidikan yang harus dicapai setelah selesai belajar, Tujuan Institusional ini berbentuk Standar Kompetensi Lulusan.
    Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.

Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 23 Tahun 2006 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran Permen ini meliputi:
• SKL Satuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
• SKL Mata Pelajaran SD-MI
• SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
• SKL Mata Pelajaran SMA-MA
• SKL Mata Pelajaran PLB ABDE
• SKL Mata Pelajaran SMK-MAK 7

  1. Tujuan kurikuler adalah tujuan kurikulum sekolah yang telah diperinci menurut bidang studi atau mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.



  1. Tujuan intruksional adalah tujuan pokok bahasan atau tujuan sub pokok bahasan yang diajarkan oleh guru. Tujuan intruksional dibedakan menjadi dua macam yaitu tujuan intruksional umum (TIU) dan tujuan intruksional khusus (TIK).
    a. Umumnya tujuan intruksional umum berada pada tiap-tiap pokok bahasan yang telah dirumuskan didalam kurikulum sekolah, khususnya didalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP).
    b. Tujuan intruksional khusus adalah tujuan pengajaran yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa pada akhir tiap jam pelajaran, biasanya dibuat oleh guru yang dimuatkan didalam satuan pelajaran (satpel).


Aliran pendidikan dan maksud dari semboyan Ing ngarso sun tulodo, Ing madyo mangun karso, Tutwuri Handayani?

Jawaban:

1. Aliran empirisme (aliran optimisme)

Aliran ini dimotori oleh John Locke. Aliran empirisme mengutamakan perkembangan manusia dari segi empirik yang secara eksternal dapat diamati dan mengabaikan pembawaan sebagai sisi internal manusia. Dengan kata lain pengalaman adalah sumber pengetahuan, sedangkan pembawaaan yang berupa bakat tidak diakui. Manusia dilahirkan dalam keadaan kosong, sehingga pendidikan memiliki peran penting yang dapat menentukan keberadaan anak. Aliran ini melihat keberhasilan seseorang hanya dari pengalaman (pendidikan) yang diperolehnya, bukan dari kemampuan dasar yang merupakan pembawaan lahir.

2. Aliran nativisme (aliran pesimistik)

Tokoh aliran ini adalah Arthur Schoupenhauer. Aliran nativisme menyatakan bahwa perkembangan seseorang merupakan produk dari pembawaan yang berupa bakat. Bakat yang merupakan pembawaan seseorang akan menentukan nasibnya. Aliran ini merupakan kebalikan dari aliran empirisme. Orang yang “berbakat tidak baik” akan tetap tidak baik, sehingga tidak perlu dididik untuk menjadi baik. Orang yang “berbakat baik” akan tetap baik dan tidak perlu dididik, karena ia tidak mungkin akan terjerumus menjadi tidak baik.

3. Aliran naturalisme

Aliran ini dipelopori oleh J.J. Rousseau. Aliran naturalisme menyatakan bahwa semua anak yang dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan baik. Anak menjadi rusak atau tidak baik karena campur tangan manusia (masyarakat). Pendidikan hanya memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan sendirinya. Pendidikan hendaknya diserahkan kepada alam. Dalam mendidik seorang anak hendaknya dikembalikan kepada alam agar pembawaan yang baik tersebut tidak dirusak oleh pendidik.

4. Aliran konvergensi

Aliran ini dipelopori oleh William Stern. Aliran ini menyatakan bahwa bakat, pembawaan dan lingkungan atau pengalamanlah yang menentukan pembentukan pribadi seseorang. Pendidikan dijadikan sebagai penolong kepada anak untuk mengembangkan potensinya. Yang membatasi hasil pendidikan anak adalah pembawan dan lingkungannya. Aliran ini lebih realitis, sehingga banyak diikuti oleh pakar pendidikan.







ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA

1. Taman Siswa

Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 oleh Ki Hadjar Dewantara.

Taman Siswa memiliki asas-asas sebagai berikut:

           - Asas merdeka untuk mengatur dirinya sendiri

- Asas kebudayaan (kebudayaan Indonesia)

- Asas kerakyatan

- Asas kekuatan sendiri (berdikari)

- Asas berhamba kepada anak

     Taman Siswa memiliki dasar-dasar pendidikan yang disebut Panca Dharma, yaitu:

- Kemanusiaan=> Cinta kasih terhada sesama manusia dan semua mahkluk ciptaan Tuhan.

- Kodrat hidup=> Untuk pemeliharaan dan kemajuan hidup sehingga manusia hidup selamat dan bahagia.

- Kebangsaan=> Tidak boleh menyombongkan bangsa sendiri, tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum.

- Kebudayaan=> Kebudayaan nasional harus tetap dipelihara.

- Kemerdekaan/kebebasan=> Apabila anak tidak diberikan kemerdekaan maka akan menghambat kemajuannya.

2. INS (Indonesiche Nederlansce School)

Merupakan sekolah yang didirikan oleh Mohammad Syafei di Kayutanam (Padang Panjang, Sumbar). Sekolah ini mempunyai rencana pelajaran dan metode sendiri yang hampir mirip dengan Sekolah Kerjanya Kershensteiner. Syafei berpendapat bahwa dengan belajar sendiri watak peserta didik akan terbentuk dan di kemudian hari dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang merdeka, tidak hanya dengan jalan menghafal saja di sekolah.



Ki Hadjar Dewantara juga mengajarkan semboyan kepada pendidik yaitu:

   * Ing ngarsa sung tuladha
=> Memberikan teladan kepada peserta didik ketika berada di depan.

   * Ing madya mangun karsa
=> Membangun semangat kepada peserta didik ketika berada di tengah.

   * Tut wuri handayani
=> Mengarahkan peserta didik agar tidak salah bertindak ketika berada di belakang.










Jelaskan 4 kompetensi guru?


Jawaban:

 1. Kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam. Dalam upaya mengarahkan siswa untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum guru perlu menentukan materi pelajaran yang tepat.

2. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Dalam pengelolaan pembelajaran guru harus: (1) memahami kandungan isi kurikulum sebagai dasar dalam mengembangkan program pembelajaran; (2) mampu mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran; (3) menguasai pelbagai model pembelajaran yang inovatif sehingga tercipta pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), (4) mampu mengembangkan dan melaksanakan teknik evaluasi hasil pembelajaran, dan (5) mampu melakukan tindak lanjut dari hasil evalusai pembelajaran, misalnya melaksanakan pembelajaran remidial.

3. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berahlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjdi teladan pesertadidik. Kompetensi keperibadian terkait dengan moral guru yang tercermin dalam sikap dan perilakunya

4. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, orang tua/wali siswa, dan masyarakat sekitar.


Hakikat manusia berdasarkan pandangan agama, pancasila, dan humanistic dan perbedaannya dengan hewan?


Jawaban :

a.       Manusia menurut agama: manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang diberikan akal dan pikiran untuk berkembang sehingga taat beribadah kepada Tuhan.

b.      Manusia menurut humanistic: manusia adalah suatu satu kesatuan potensi yang terus menerus berubah dan berkembang tanpa tidak pernah selesai dan sempurna.

c.       Manusia menurut pancasila: manusia yang mematuhi semua peraturan UUD , UU, PP, Perda, Kepres dan semua norma2 yg tertulis maupun tidak tertulis . Dan tidak berusaha untuk merubah Pancasila itu sendiri, karena sudah menjadi Dasar NKRI . BERAGAMA,BERMORAL, SELALU ADIL, JUJUR, SETIA.

d.      Perbedaannya dengan hewan:

Manusia
Hewan
Ketika lahir tidak berdaya
Berdaya
Mahluk biologis, berkembang, individu (kognitif,afektif dan psikomotorik)
Biologis saja
Terus-menerus berkembang (tingkatan)
Stagnan
Bertindak berdasarkan Rasa, Karsa, Cipta (budaya)
Tidak
                       Bertanggung jawab                     
Tidak
Mengenal etika, estetika, agama
Tidak


Hakikat pendidikan menurut anda, perbedaan antara pendidikan dan ilmu pendidikan?


Jawaban:

Hakikat pendidikan

Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut William F (tanpa tahun) Pendidikan harus dilihat di dalam cakupan pengertian yang luas. Pendidikan juga bukan merupakan suatu proses yang netral sehingga terbebas dari nilai-nilai dan Ideologi.
Kosasih Djahiri (1980 : 3) mengatakan bahwa Pendidikan adalah merupakan upaya yang terorganisir, berencana dan berlangsung kontinyu (terus menerus sepanjang hayat) kearah membina manusia/anak didik menjadi insan paripurna, dewasa dan berbudaya (civilized).

Dari pengertian tersebut bahwa pendidikan merupakan upaya yang terorganisir memiliki makna bahwa pendidikan tersebut dilakukan oleh usaha sadar manusia dengan dasar dan tujuan yang jelas, ada tahapannya dan ada komitmen bersama didalam proses pendidikan itu. Berencana mengandung arti bahwa pendidikan itu direncanakan sebelumnya, dengan suatu proses perhitungan yang matang dan berbagai sistem pendukung yang disiapkan. Berlangsung kontinyu artinya pendidikan itu terus menerus sepanjang hayat, selama manusia hidup proses pendidikan itu akan tetap dibutuhkan, kecuali apabila manusia sudah mati, tidak memerlukan lagi suatu proses pendidikan.

Berbagai pendapat mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok besar yaitu :

1.      Pendekatan reduksionisme

a.       Pendekatan pedagogis / pedagogisme

b.      Pendekatan Filosofis / filosofisme

c.       Pendekatan religius / religionisme

d.      Pendekatan psikologis / psikologisme

e.       Pendekatan negativis / negativisme

f.       Pendekatan sosiologis / sosiologismu

2.       Pendekatan holistik integrative

a.       Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan.

b.      Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia.

c.       Eksistensi manusia yang memasyarakat.

d.      Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya.

e.       Proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi-dimensi waktu dan ruang.

Perbedaan antara pendidikan dan ilmu pendidikan

-          Pendidikan (Paedagogie) : berasal dari bahasa Yunani terdiri dari kata “PAIS”, artinya anak, dan “AGAIN” diterjermahkan membimbing , jadi paedagogie yaitu bimbingan yang diberikan kepada anak. Atau dalam kata lain, aktifitas yang dilakukan secara sengaja dan terencana untuk manusia dewasa yang bertujuan untuk membantu manusia lain agar menjadi manusia yang mandiri fisik maupun mental.

-          Ilmu pendidikan (Paedagogik) : berasal dari kata yunani paedagogia yang  berarti “pergaulan dengan anak-anak “. Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar  dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Atau dalam kata lain, ilmu yang mempelajari hal/peristiwa yang timbul dalam praktek pendidikan.




Jelaskan factor-faktor pendidikan?


2. Jelaskan factor-faktor pendidikan?

Jawaban:

a.       Tujuan pendidikan; memberikan arah kegiatan pendidikan yang berfungsi mengembangkan kemapuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, takwa kepada tuhan, berakhlak baik, sehat, berilmu, cakap, kreatif.

b.      Pendidik; adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik agar menjadi dewasa. Pendidik di sini terbagi menjadi 2, pertama pendidik di lingkungan keluarga berupa ibu & ayah dan kedua di dalam sekolah berupa guru.

c.       Peserta didik; merupakan individu / sekelompok individu yang menjalani proses pendidikan agar terjadi perubahan2 pada diri mereka sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan

d.      Alat-alat pendidikan;

-          Alat pendidikan berupa benda (media)

-          Alat pendidikan berupa siasat (psikologi), terbagi menjadi 2:

1.       Preventif: mencegah terjadinya yang negative dan mendorong yang positif

2.       Korektif: bermaksud untuk memperbaiki yang negative dan menguatkan yang positif

e.      Lingkungan pendidikan; terdiri dari:

-          Lingkungan keluarga

-          Lingkungan sekolah

-          Lingkungan masyarakat

Mengapa hukuman diberikan kepada peserta didik & sebutkan beberapa teori hukuman?


Jawaban:



Fungsi atau tujuan pokok dari pemberian hukuman adalah membangkitkan perasaan tanggung jawab dan kajian sebagai peserta didik.  Dalam dunia pendidikan islam, selain fungsi-fungsi secara umum diatas yang merupakan fungsi hukuman dalam dunia pendidikan islam,fungsi utama hukuman dalam pendidikan islam berkaitan dengan hakikat pendidikan islam. Menurut Prof. H. M Arifin berkata bahwa :" hakikatpendidikan islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembanganfikiran (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangan Dengan memperhatikan hakikat pendidikan islam seperti yang telahdisampaikan Prof. H.M Arifin diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi utama hukuman dalam pendidikan islam adalah sebagai alat untuk mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah anak didik yangmelekukan penyimpangan atau pelanggaran tidak melenceng daria arah titikmaksimal pertumbuhan dan perkembanganny, yakni menjadi manusia yangsempurana (insan kamil)yang memahami dan melaksanakan ajaran Islam .



(fungsi diterapkanya hukuman) berdasarkan teeorinya, yaitu sebagai berikut :

1. Teori kerenggangan Teori ini mengatakan bahwa dengan diberikannya hukuman kepadasubyek yang melakukan kesalahan maka akan menyebabkan hukumanrangsang reaksi antara tindakan salah dengan hukuman. Tindakan salah akanmenjadi renggang dengan hukuman, demikian juga dengan imdividutersebut akan menjadi renggang dengan tindakan menyimpang itu.

2. Teori penurunan Teori ini mengatakan bahwa dengan diberikannya hukuman kepadasubyek yang melakukan kesalahan, subyek tersebut akan mengurangi ataumenurunkan frekwensi tindakan negative tersebut.

3. Teori penjelasan Dalam teori ini menjelaskan bahwa hukuman merupakan sesuatuyang tidak enak dirasakan, dapat diibaratkan sebagai "pil pahit". Oleh karenarasanya pahit itulah, maka subyek yang mendapat hukuman (yang telahmerasakan sendiri pahitnya pil) tidak ingin memperoleh hukuman kembali, untuk mereka berusah selalu menghindari pengulangan terjadinya perbuatanyang berhubungan langsung dengan hukuman itu.

4. Teori system motivasi Teori ini mengatakan bahwa jika individu mendapat hukuman, maka akan terjadi perubahan dalam system motivasi pada diri individu. Perubahandalam system motivasi tersebut mengakibatkan penurunan pada individuuntuk mengurangi atau frekwensi perilaku atau tindakan yang berhubungandengan timbulnya hukuman yang bersangkutan.

Teori lain diantaranya:

1.      Teori pembalasan yaitu teori pembalasan dendam

2.      Teori perbaikan yaitu teori untuk memperbaiki pelanggar

3.      Teori perlindungan yaitu teori untuk melindungi masyarakat

4.      Teori ganti kerugian yaitu teori hukuman untuk menimbulkan perasaan takut kepada si pelanggar.